ASN Tak Netral, Gubernur Khofifah Sanksi Firmansyah Ali

mantan Kasie SMA Cabang di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim di Bangkalan Firmansyah Ali.
kiri ke kanan: Mantan Kasie SMA Cabang di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim di Bangkalan Firmansyah Ali dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Preposisi.com/AMS)

Preposisi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait adanya pelanggaran ASN terkait netralitas dalam Pilkada serentak 2020.

Dilansir dari Detik.com, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis menegaskan Khofifah memiliki komitmen kuat dalam menjaga netralitas ASN sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk itu, seluruh rekomendasi KASN terkait adanya ASN yang melanggar netralitas telah ditindaklanjuti.

“Seluruh rekomendasi KASN terkait pelanggaran netralitas ASN di Jatim telah ditindaklanjuti,” kata Nurkholis saat ditemui di Surabaya, Senin (2/11/2020).

Ia menyebutkan ada tiga ASN yang melanggar netralitas dalam Pilkada 2020, yakni mantan Kepala Bakorwil Pamekasan Fattah Jasin, Kepala Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Setiajit serta mantan Kasie SMA Cabang di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim di Bangkalan Firmansyah Ali.

Firmansyah Ali diduga telah melakukan pelanggaran netralitas ASN dalam kontestasi di Pilwali Kota Surabaya. Karena itu, KASN memberikan rekomendasi agar yang bersangkutan dijatuhi sanksi hukuman.

“Kita sudah menjatuhkan sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan dengan meminta maaf secara terbuka. Yaitu lewat media sosial selama 14 hari berturut-turut,” pungkas Nurkholis.

Berdasarkan pantauan redaksi Preposisi.com Fattah Yasin dan Setiajit diketahui telah mengundurkan diri sebagai ASN dan diketahui kedua nama tersebut ikut kontestasi dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Tuban dan Sumenep.