Gubernur Jatim Wujudkan PSBB yang Humanis, Persuasif dan Efektif

Surabaya, Preposisi — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berupaya untuk mewujudkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, di antaranya Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo dengan pendekatan yang humanis, persuasif, dan afektif.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat akan menyadari dengan sendirinya pentingnya perilaku menjaga jarak, menggunakan masker dan memprioritaskan beraktifitas di rumah tanpa harus menunggu perintah dari aparat.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim dalam acara dialog malam dengan salah satu stasiun televisi nasional melalui teleconference, Senin (4/5/2020) malam dari Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dilansir dari Jatim Newsroom, Khofifah mengungkapkan bawah dalam pendekatan humanis, pihaknya telah melakukan beragam kegiatan sosialisasi mulai dari patroli aparat keamanan pada sejumlah tempat keramaian, seperti cafe, pusat perbelanjaan (mall), pasar dan terminal.

“Pada tahapan ini masyarakat kami edukasi akan bahayanya virus ini dan perilaku yang perlu dilakukan,” terangnya.

PSBB di Surabaya Raya dilakukan dengan sejumlah tahapan, tanggal 28 hingga 30 April 2020 menjadi masa imbauan dan teguran bagi siapapun yang melanggar aturan PSBB.

Kemudian dilanjutkan pada tanggal 1 hingga 11 Mei 2020 secara resmi saatnya untuk melakukan teguran dan penindakan bagi siapapun yang masih nekat melanggar aturan PSBB.

“Yang perlu kita ingat adalah PSBB ini menjadi opsi terakhir yang harus diambil karena sebaran penularan Covid-19 sudah sedemikian meluas. Artinya kita harus melakukan proteksi dan ini kadang pilihan yang tidak bisa mengenakkan semua orang,” kata Khofifah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here