Peringati Hari Lahir Ke-2, Mabincab: Rumah Pergerakan Saat Ini Sudah Menghabiskan 150 Juta Hasil Sumbangan Alumni

pmii pontianak raya
Saat acara Peringatan Hari Lahir yang Ke-2 PMII Pontianak Raya. (Foto: Preposisi.com/Sma))

Preposisi, Pontianak – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pontianak Raya baru saja menggelar acara Peringatan Hari Lahir yang Ke-2. Acara ini dilaksanakan di ruang terbuka, di Futsal Andika Jl. Trans Kalimantan, Kuala Ambawang pada tanggal 31 Oktober 2020.

Abdul Aziz sebagai ketua panitia mengatakan bahwa sebenarnya pelaksanan kegiatan bertepatan pada hari lahir PMII Cabang Pontianak Raya yaitu di tanggal 28 Oktober 2020. Namun karena terdapat beberapa hal kegiatan ini diundur menjadi tanggal 31 Oktober.

“Kegiatan ini kami laksanakan di tengah keadaan yg membuat kami dilema karena banyak rintangan, di H-1 sahabat kami mengalami kecelakaan, namun alhamdulillah kegiatan ini terlaksana. Dan mencapai target dengan peserta lebih dari 100 kader,” tuturnya.

Ketua Cabang PMII Pontianak Raya yaitu Musthofa dalam sambutanyya mengatakan, “Mudah-mudahan acara ini mendapatkan limpahan barokah, karena bertepatan dengan bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan kemarin bertepatan pula dengan hari sumpah pemuda. alhamdulillah Harlah PMII Pontianak Raya masih terselenggara,” tuturnya.

Mabincab PMII Pontianak Raya Nasir Wahab memberikan apresiasi yang besar kepada keluarga besar Pontianak Raya atas progress ya,” tuturnya.

“Saya sangat mengapresiasi kalian karena sudah menjadi kader yang militan dan ikhlas, yang mau berjuang bersama sama mengurus Pontianak Raya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa rumah satu abad yang sedang dibangun untuk PMII Pontianak Raya.

Menurutnya kader harus bersyukur pada Allah SWT karena sudah diberikan senior yang hebat dan ikhlas yang mau berjuang mendirikan rumah pergerakan untuk adik-adiknya.

“Rumah pergerakan sudah berjalan dan pondasi sudah selesai dan di penutup tahun 2020 insyallah tiang tiang sudah selesai,” jelasnya.

Ia mengundang senior untuk mewakafkan harta untuk mendirikan rumah pergerakan. Menurut pemaparanya, pembangunan rumah satu abad saat ini sudah menghabiskan uang sekitar 150 juta.

“Proses pembangunan rumah satu abad sudah menghabiskan biaya 150 juta, dan itu perjuangan yang luar biasa. kita akan memasuki proses pembangunan kedua, kita butuh partisipasi senior-senior dan kader yang ikhlas untuk menyelesaikan rumah pergerakan ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan selama dua tahun bersama PMII Pontianak Raya, ia mengakui bahwa kader telah menghasilkan karya nyata baik dalam bidang seni dan kreatifitas di media, ia pun berharap kader PMII Pontianak Raya terus melakukan kreatifitas dengan memanfaatkan media yang ada.

Acara ini dimeriahkan oleh penampilan LSO Akar Rumput, pembacaan Puisi oleh Rihandini, penampilan hadroh oleh LSO Syubbanul Harokah, dan dikemas dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tidak lupa terdapat penanyangan film dokumenter perjalanan PMII Pontianak Raya selama dua tahun. (Sma)