Tentang Kinerja Kabinet, PMII Jatim Minta Menag Fachrul Razi Dicopot

  • Whatsapp
Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni (Foto: PMII)
Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni (Foto: PMII)

Surabaya, Preposisi – Pada Kamis (18/6/2020) lalu dalam dalam sidang kabinet paripurna, presiden Jokowi nampak tidak puas dengan kinerja kementerian dan lembaga negara. Presiden menilai para menteri masih bekerja seperti biasa dalam masa pandemi Covid-19.

Menanggapi pidato presiden Jokowi, Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni menyebut Kementerian Agama (Kemenag) RI merupakan lembaga paling tidak serius mulai dari awal kabinet terbentuk.
“Berbicara kinerja menteri, apa yang di sampaikan presiden soal menteri harus kerja extraordinary adalah menteri agama yang hampir tak mencerminkan keseriusan dari awal,” kata Abdul Ghoni kepada Kabarpas.com, Jumat (17/7/2020) di Surabaya.
Ia menilai bahwa Menag Fachrul Razi tidak mempunyai capaian program selama pandemi Covid-19. Selain itu, Kemenag juga belum bisa menfsirkan UU pesantren dalam
Bentuk teknis pelaksanaan.
“Beginilah kalau punya mentri agama yang tidak paham pondok pesantren. Persoalan pendidikan di bawah naungan Kemenag, menteri agama gagal hadir di tengah-tengah kampus ketika pandemi ini. Sering menghilang dan gak mau berdialog, mendengarkan keluh kesah mahasiswa selama ini,” terangnya.

Untuk itu dirinya mewakili jutaan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) di Jawa Timur menyatakan ketidakpuasan atas kinerja Menteri Agama dan menyarankan presiden mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.
“Saya sih menyarankan kepada presiden untuk reshuffle menteri agama,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghoni, Isu dan kebijakan tentang pendidikan dan radikalisme akan menjadi konsentrasi bangsa kedepan.
“Daripada kementerian agama hancur, mending ganti,” pungkas Abdul Ghoni.(mhm/yan).

Related posts